Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Jurus Ampuh Selamatkan Brand Awareness Saat Virus Menyerang

Setelah berhasil mengembangkan digital database, research by request, dan big data, startup  duniaindustri.com  kembali meluncurkan fitur baru guna mengadopsi permintaan pasar. Salah satu permintaan yang berkembang pesat adalah content provider untuk menjaga brand awareness korporasi. Content Provider  merupakan fitur terbaru dari  duniaindustri.com  yang dibuka untuk memudahkan korporasi maupun individu memperoleh bantuan marketing online khusus di bidang penyediaan konten (content provider), meliputi artikel, berita (news feed), viral article, infografik (table, chart, cronografich, 3D grafich), desain grafis, images, copywriting, digital image, video creator, tagline, digital concept, newsletter, content ads, dan lainnya. "Kami menyadari dalam industri membutuhkan penyedia konten (content provider) yang profesional, andal, dan kompetitif. Didukung tim riset, copywriter, analis, jurnalis, dan desain grafis yang profesional, kami siap membantu Anda 24 jam sehari dan 7

Injeksi Likuiditas Rp 300 Triliun untuk Obati Rupiah

Bank Indonesia (BI)  diketahui sedang mati-matian menjaga rupiah agar tidak terperosok lebih dalam, dengan menggelontorkan  injeksi dana  sekitar Rp 300 triliun. Tujuannya agar rupiah mampu stabil setelah minggu lalu sempat menyentuh level terendah Rp 16.273 per dolar AS. Injeksi  likuiditas  BI secara besar-besaran merupakan  intervensi otoritas  moneter guna meredam volatilitas mata uang, menyusul ekses negatif penyebaran masif virus corona secara global termasuk di Indonesia. Hingga Minggu (22/3), sebanyak 514 orang di Indonesia positif terinfeksi virus corona, dengan angka kematian 48 jiwa, dan 29 berhasil sembuh. Bukan hanya mata uang,  ekses negatif virus corona  juga mengguncang pasar saham dan melemahkan rantai pasok industri di berbagai negara. Sejumlah negara mengumumkan paket likuiditas besar-besaran untuk menyelamatkan negaranya dari jurang krisis yang lebih dalam. Hans Kwee, Analis dan Direktur PT Anugerah Mega Investama, dalam keterangan tertulis menjelaska

Industri Butuh Alternatif Bahan Baku, Coba Cari dengan Metode Ini

Duniaindustri.com  membuka fitur baru yakni trading hub yang berfungsi sebagai fasilitator (penghubung) antara industri dan pemasok (supplier). Dengan dukungan member yang besar dan mesin pencari internal, seluruh kebutuhan industrial usaha Anda dapat kami carikan pemasoknya, tentu dengan keunggulan kualitas prima, harga kompetitif, dan pelayanan terbaik. Kami menyadari di setiap  lini usaha  di seluruh sektor industri membutuhkan  pemasok (supplier)  terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, bahan penunjang, bahan pemasaran, bahan administrasi, hingga bahan pendukung lainnya. Hal itu ditujukan untuk menopang proses produksi industri yang berlanjut ke distribusi (ekspor-impor) hingga after sales service. Dengan dukungan tim yang solid, kami dapat menjadi  one total solution  untuk mengantar (mengawal) bisnis Anda ke arah kesuksesan. Seluruh rantai bisnis industri (supply-demand chain) membutuhkan bahan baku, bahan penunjang, bahan pemasaran, bahan administrasi, hingga ba

Redam Pelemahan Rupiah, Otoritas Kaji Modifikasi Protokol Krisis

Merespons  pelemahan rupiah  yang terus melemah hingga level Rp 16.273 per dolar AS, pemerintah dan otoritas moneter yakni Bank Indonesia (BI) membuat dua jurus baru, sekaligus menangkal ekses negatif penyebaran masif virus corona di negeri ini. Dua jurus baru itu antara lain kebijakan penurunan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,75 persen serta  modifikasi protokol krisis . Pada Jumat (20/3), Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan  suku bunga acuan  7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,75 persen. Hal itu diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur periode 19-20 Februari 2020. "Rapat Dewan Gubernur BI pada 19-20 Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat. Seiring dengan itu, BI memutuskan untuk menurunkan  suku bunga deposit facility  dan lending facility