Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Database Direktori Perusahaan Terbaru dan Terupdate

  Database Direktori 1.149 Perusahaan Makanan Minuman, Farmasi dan Alkes, serta Bank dan Asuransi   ini dirilis minggu ketiga Februari 2022 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan makanan minuman, farmasi dan alat kesehatan (alkes), serta bank dan asuransi di Indonesia. Database Direktori 1.149 Perusahaan Makanan Minuman, Farmasi dan Alkes, serta Bank dan Asuransi ini melengkapi 251 database spesifik dan data riset per sektor yang dikoleksi duniaindustri.com. Database Direktori 1.149 Perusahaan Makanan Minuman, Farmasi dan Alkes, serta Bank dan Asuransi ini terangkum dalam 203 halaman pdf berukuran 1,26 MB untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft excel tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customized database di

Butuh Solusi, 5 Juta Pengusaha Mikro Terjebak Lintah Darat

  Duniaindustri.com (Februari 2022)   – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Sunarso menyebutkan akses terhadap pembiayaan pada sektor keuangan formal masih menjadi tantangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya segmen ultra mikro (UMi) di Indonesia. Bahkan, diperkirakan ada 5 juta pelaku usaha mikro masih mengandalkan lintah darat yang menerapkan bunga sangat tinggi untuk modal usahanya. Untuk itu, Holding Ultra Mikro diharapkan menjangkau 18 juta pelaku usaha yang masih mengandalkan lintah darat. Holding itu diarahkan menjadi salah satu solusi pembiayaan segmen ultra mikro. Sunarso menjelaskan masih ada 45 juta yang memerlukan tambahan pembiayaan, di mana 30 juta di antaranya belum mendapatkan akses keuangan formal. "Berdasarkan riset, masih banyak pelaku ultra mikro yang belum tersentuh. Bahkan, diperkirakan ada 5 juta pelaku usaha mikro masih mengandalkan lintah darat yang menerapkan bunga sangat tinggi untuk modal usahanya," kata Sunarso