Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Kumpulan Data Industri Perkebunan Kelapa Sawit (Hulu - Hilir)

Industri perkebunan kelapa sawit Indonesia memiliki peranan penting di dunia mengingat negeri ini merupakan produsen dan eksportir minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar di dunia. Untuk mengetahui seluk-beluk industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia, duniaindustri.com menghimpun sedikitnya 16 riset dan data industri perkebunan kelapa sawit . Mari simak ulasannya di bawah ini: 1) Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader) 2) Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017 3) Data Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016 4) Outlook Industri CPO 2016 5) Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015 6) Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015 7) Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi 8) Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia 9) Data Outlook Pasar Minyak Nabati China 10) Data Perubahan Iklim Terkait Sektor

Kumpulan Data, Analisis, Riset Industri Terlengkap

Berbicara soal data, analisis, dan riset , patut disadari hal itu sangat penting bagi industri atau pelaku usaha. Memang secara harafiah, data merupakan catatan atas kumpulan fakta, atau keterangan yang benar dan nyata. Namun, seiring perkembangan zaman dan era digitalisasi, peranan data, analisis, dan riset makin terasa untuk mendukung pengembangan, ekspansi, penetrasi pasar, brand awareness ke depan. Di setiap lini usaha, mulai dari pembelian bahan baku, pencarian vendor, proses pengolahan, marketing, distribusi, ekspor-impor, semua membutuhkan data, analisis, dan riset . Bahkan, persaingan pasar juga membutuhkan data, analisis, dan riset untuk mengintip kekuatan-kelemahan pesaing (market intelligence), mempelajari strategi kompetitor, mengakuisisi pelanggan, mempertahankan pangsa pasar, edukasi pasar, edukasi konsumen, brand awareness, dan lainnya. Di era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, data sudah dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan secara profes

Ebook Riset dan Data Industri Pariwisata 2010-2020

Industri pariwisata membuktikan perannya yang cukup signifikan ketika perekonomian negeri ini sedang melambat. Bagaimana tren perkembangan industri ini, simak paparannya di bawah ini? Riset dan Data Industri Pariwisata 2010-2020 ini menampilkan data dan outlook serta riset eksklusif terkait seluruh informasi mengenai industri pariwisata di Indonesia, dari mulai highlights industri pariwisata Indonesia, rekam jejak pertumbuhan jumlah wisatawan asing, tren destinasi terfavorit, top 10 destinasi pariwisata yang paling banyak dikunjungi, komparasi industri pariwisata ASEAN, hingga market size industri pariwisata Indonesia 2010-2020. Riset dan data ini dimulai dengan gambaran umum ekonomi Indonesia, laju pertumbuhan 2014-2019, tingkat inflasi, serta potensi ekonomi Indonesia pada 2030. (halaman 2) Disusul highlights industri pariwisata Indonesia (halaman 3-5) yang mengupas tren pertumbuhan industri pariwisata di tengah perlambatan ekonomi global, tren jumlah wisatawan mancanegara, kebij

Tren Akuisisi Terbaru di Industri Perkebunan Kelapa Sawit

Meski harga komoditas dunia, termasuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), sedang bergejolak, hal itu tidak menyurutkan minat akuisisi di industri ini. Dengan dukungan pasar yang besar dan diversifikasi produk yang luas, industri perkebunan kelapa sawit diyakini tetap prospektif ke depan. Inilah tren akuisisi terbaru di industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), emiten perkebunan kelapa sawit, melalui anak usahanya yakni PT Swakarsa Sinarsentosa (SWA), mengakuisisi 15% investasi entitas usaha REA Holdings Plc (REA) yang berada di Indonesia, yakni PT REA Kaltim Plantations. Dharma Satya Nusantara dan REA Holdings Plc telah melakukan kesepakatan bersyarat mengenai transaksi tersebut. Sesuai perjanjian bersyarat (Master Agreement) dengan REA Kaltim, SWA akan mengakuisisi 650 saham beredar kelas B pada REA Kaltim dan meningkatkan porsi kepemilikan dengan jumlah 1.530 saham baru kelas B, sehingga total kepemilikan SWA pada REA Kaltim menja