Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Cari Lahan 250 Ribu Hektare, Investor AS Siapkan Dana US$ 1,25 Miliar

Investor asal Amerika Serikat (AS) mencari lahan untuk perkebunan sawit seluas 250 ribu hektare di Indonesia. Investor AS yang namanya terdaftar di bursa efek AS itu menyiapkan investasi US$ 1,25 miliar atau setara US$ 5.000/hektare. Sumber duniaindustri.com yang mengetahui rencana transaksi itu menyatakan, nama perusahaan AS tersebut cukup tenar di negeri Paman Sam dan ‘mejeng’ di bursa efek AS. “Dia bilang 250 ribu hektare kebun sawit masih ada di Indonesia mengingat Indonesia menjadi produsen sawit terbesar di dunia,” ceritanya. Dia tidak mau menyebut nama perusahaan AS tersebut karena tidak mau menghebohkan. Lokasi yang diincar perusahaan pun belum mau dibocorkan karena khawatir harga lahan akan naik terlebih dahulu. Saat ini PT Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) menjadi penguasa lahan sawit terbesar di Indonesia. Smart menguasai lahan sawit seluas 480 ribu hektare. Total lahan sawit di Indonesia pada 2012 diperkirakan mencapai 8,2 juta hektare. Seorang ekseku

Bisnis Rokok Menggiurkan, HM Sampoerna Setor Pajak Rp 67 Triliun ke Pemerintah

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) , emiten produsen rokok pemegang pangsa pasar terbesar di Indonesia, menjadi pembayar pajak terbesar di Indonesia pada 2015 dengan total pembayaran kepada pemerintah sekitar Rp 67 triliun. Pada Januari 2016, Kementerian Keuangan RI memberikan penghargaan kepada perusahaan atas kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan cukai negara. Sepanjang 2015, HM Sampoerna mencatatkan laba bersih sepanjang 2015 sebesar Rp 10,4 triliun, tumbuh 1,8% dibanding tahun sebelumnya Rp 10,2 triliun. Perusahaan rokok tersebut melaporkan pendapatan bersih (di luar cukai) sebesar Rp 11,6 triliun pada kuartal ke-4 2015, mengalami kenaikan sebesar 11,5% dari Rp 10,4 triliun pada kuartal ke-4 tahun 2014. Di sepanjang 2015, HM Sampoerna mencatatkan pendapatan bersih (di luar cukai) sebesar Rp 42,1 triliun, mengalami kenaikan sebesar 8,9% dari Rp. 38,7 triliun pada 2014. Pada kuartal ke-4 tahun 2015, perusahaan mencatatkan total laba bersih sebesar Rp 2,8 triliun, naik sebesar

Share to buy Indonesian Product

Share-to-buy is a new feature of duniaindustri.com opened to facilitate corporations or foreign buyers obtain assistance from Indonesia to buy products in bulk. Such as buying agent in Indonesia, with this feature, corporate and foreign buyers can obtain a referral form a complete industrial directories as well as field observations significantly related to the planned purchase of Indonesian products in bulk. Duniaindustri.com currently has the most comprehensive industrial data and directory in Indonesia, ranging from manufacturing industries such as textiles and textile products (TPT), garment, chemical and petrochemical, plastics, automotive (car and motorcycle and its components), heavy equipment, cement, cigarettes, agro (oil palm, coffee, cocoa, corn, etc.), electronics, steel, furniture and wood products, and others. Data from a number of other industrial sectors have also been held. Duniaindustri.com currently collects more than 1,000 SMEs, medium and large industrie

Pemain Baru Muncul, Persaingan Brand Semen Makin Panas

Industri semen di Indonesia diramaikan oleh munculnya pemain-pemain baru seperti Semen Garuda, Semen Merah Putih, Anhui Conch Cement, Semen Puger, Semen Bima , dalam dua tahun terakhir. Apakah pemain-pemain lama akan tergerus pangsa pasarnya? Untuk mengetahui jawabannya, duniaindustri.com membuat riset independen terkait proyeksi pangsa pasar industri semen ke depan. Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017 (pemain existing versus pemain baru) ini menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan di industri semen di Indonesia, mencakup highlights dan profil ringkas pemain-pemain baru di industri ini sejak 2015-2017, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, perkembangan investasi atau ekspansi baru, hingga analisis prediksi persaingan pangsa pasar pemain baru dan pemain existing, serta prospek dan tantangan industi ini ke depan. Data ini dimulai dengan menampilkan highlight

Anomali PHK dan Pergeseran Industri

Terhenyak membaca pasukan pengendara Go-Jek mencapai 250 ribu orang dan terus bertambah. Dengan jumlah seperempat juta jiwa, mungkin perusahaan berbasis aplikasi ini menjadi salah satu dengan jumlah tenaga kerja terbesar di Indonesia. Memang harus diakui, era digitalisasi masih terus booming secara global. Dan di tengah perlambatan ekonomi dunia, kejatuhan harga komoditas, serta perang mata uang, bisnis onlinr menjadi salah satu pergeseran arus besar yang dimungkinkan. Namun, pergeseran yang drastis, bahkan terkesan super fast , ini justru menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa terjadi pergeseran tenaga kerja sekitar 250 ribu orang ke aplikasi online ? Apa faktor pendorongnya? Apakah memang lapangan kerja di industri lain sedang anjlok atau itu hanya motivasi pribadi seperti pendapatan yang lebih besar? Jika menilik kondisi dan kinerja industri di Indonesia belakangan ini, patut disadari tekanan berat makin menerpa. Dari mulai perlambatan ekonomi, penurunan daya beli konsumen, fluktua