Langsung ke konten utama

Postingan

Produk Refraktori Masih Didominasi Impor, Sebuah Peluang Pasar?

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat saat ini   kebutuhan nasional terhadap produk refraktori   mencapai 150.000-200.000 ton per tahun. Sementara itu, industri dalam negeri memasok kebutuhan tersebut sebesar 50.000 ton per tahun. Artinya, sekitar 66% produk refraktori masih bergantung impor. Produk refraktori   umumnya digunakan sebagai   pelapis untuk tungku , kiln, insinerator, dan reaktor tahan api pada industri semen, keramik, kaca dan pengecoran logam. “Industri refraktori merupakan salah satu subsektor yang sedang dipacu karena industri ini padat modal yang membutuhkan bahan baku dari sumberdaya alam,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam di Jakarta, kemarin. Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya   industri pengolahan bahan galian nonlogam   di Indonesia. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, yang...

Mengukur Tingkat Kesulitan Riset Data Industri

Era digital makin tumbuh pesat, dengan akselerasi yang super cepat. Hal ini melampaui ekspektasi sebelumnya bahwa digitalisasi membawa kita dalam akselerasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seluruh sendi kehidupan seakan ter-disrupsi dengan berbagai kemudahan dan solusi teraktual. Begitu juga dengan data, database spesifik, riset data, dan segala jenis kebutuhan data. Pertanyaan sekarang; seberapa detail dan mendalam kebutuhan data yang Anda perlukan? Perlu sampai memantau gerak-gerik dan pertumbuhan perusahaan lain sejenis atau kompetitor? Bagaimana dengan pertumbuhan pasar, apa benar masih dapat tumbuh di tengah tekanan perlambatan ekonomi saat ini? Pertanyaan itu sering muncul di akhir tahun, saat orang-orang mulai memikirkan outlook ke depan. Hampir seluruh sektor industri, dari mulai perdagangan, jasa, transportasi,  manufaktur , hingga finansial dan perbankan, mulai diganggu (didisrupsi) oleh model bisnis baru yang digemari konsumen. Mengapa digemari konsum...

Simak Pesta Diskon Duniaindustri Akhir 2019, Hemat hingga 30%

Duniaindustri.com –pionir startup big data di sektor industri yang meliputi digital database, riset pasar, direktori perusahaan, survei perusahaan, hingga produk turunannya–menggelar 'promo akhir tahun' untuk menyambut akhir 2019 dan awal 2020 dengan memberikan diskon 30% untuk seluruh 174 database spesifik, riset data industri, dan produk lainnya. Pada awal 2019,  Duniaindustri.com  menerapkan strategi scale up (pengembangan ukuran bisnis) dengan upaya penambangan tim internal hingga 50 orang di berbagai daerah di Indonesia. Duniaindustri.com, startup segmen khusus industri, juga sedang mengembangkan big data database 15.000 perusahaan industri (pengolahan/manufaktur) di Indonesia. Seiring tren permintaan big data yang makin meningkat,  Duniaindustri.com  terus bertransformasi menjadi startup big data, riset pasar, company survey terkemuka di Indonesia. Jumlah big data database ataupun direktori dengan target 15.000 perusahaan industri akan terus diupdate...

Riset Trend Pasar Jadi Penopang Daya Saing Industri

Riset   dinilai berperan penting dalam menopang daya saing industri dalam era pesatnya teknologi digital.   Inovasi   yang dihasilkan riset dapat memberikan terobosan baru untuk mengefisiensi produksi industri, menghemat cost, mentransformasi rantai pasok, dan memangkas jalur distribusi sehingga memiliki daya saing lebih unggul. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mendorong peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan   inovasi   yang dapat menopang daya saing industri nasional. Langkah strategis ini sejalan dengan implementasi program prioritas yang terdapat pada peta jalan Making Indonesia 4.0. Oleh karena itu, Badan   Penelitian dan Pengembangan   Industri (BPPI) sebagai lembaga think tank di lingkungan Kemenperin, menyadari sepenuhnya bahwa balai-balai di bawah binaannya akan memainkan peran yang besar di era industri 4.0. Tidak hanya diharapkan sebagai inventor, namun juga akan menjadi   ...

Kesulitan Data Khusus, Temukan Solusinya di Sini

Menyongsong 2020, segala perangkat diperlukan untuk membuat kalkulasi dan proyeksi agar dapat menjadi pisau tajam guna mencari celah pertumbuhan baru, termasuk dengan strategi survei dan market investigation. Duniaindustri.com menilai 'mesin' baru pertumbuhan harus diperjuangkan di saat ekonomi domestik melambat, serta sejumlah negara terancam resesi ekonomi. Perlambatan ekonomi domestik mesti dipandang sebagai peluang, meskipun ruangnya semakin terbatas dan sempit dengan persaingan lebih ketat. Tren efisiensi 'potong biaya' makin mencuat untuk korporasi skala besar. Hal ini dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi nasional, kemerosotan harga komoditas dunia, serta perang dagang antara AS dan China. Pada Kuartal III 2019, tren industri cenderung berubah dengan sangat cepat, berdasarkan  riset data   Duniaindustri.com . Produk dengan harga jual yang lebih kompetitif, pelayanan prima, cepat sampai ke konsumen, serta kualitas wahid menjadi preferensi utama konsumen, ...