Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat saat ini kebutuhan nasional terhadap produk refraktori mencapai 150.000-200.000 ton per tahun. Sementara itu, industri dalam negeri memasok kebutuhan tersebut sebesar 50.000 ton per tahun. Artinya, sekitar 66% produk refraktori masih bergantung impor. Produk refraktori umumnya digunakan sebagai pelapis untuk tungku , kiln, insinerator, dan reaktor tahan api pada industri semen, keramik, kaca dan pengecoran logam. “Industri refraktori merupakan salah satu subsektor yang sedang dipacu karena industri ini padat modal yang membutuhkan bahan baku dari sumberdaya alam,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam di Jakarta, kemarin. Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri pengolahan bahan galian nonlogam di Indonesia. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, yang...