Langsung ke konten utama

Postingan

Market Trend Terbaru, Membedah Geliat Market Leader di Industri Kecap

  Duniaindustri.com (Juni 2022) -- Industri consumer goods terutama kecap telah mengarungi turbulensi pandemi Covid-19 dan turbulensi komoditas. Untuk memetakan prospek pasar serta pangsa pasar market leader, tim Duniaindustri.com merilis " Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ". Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player) ini dirilis minggu ketiga Juni 2022 menampilkan riset independen, kajian data spesifik, dan data komprehensif terkait market demand kecap per segmen di Indonesia periode 2017-2025 serta pangsa pasar 6 market leader. Riset data ini berisi 43 halaman pdf berukuran 3,73 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas. Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019-2022 yakni pandemi Covid-1...

Trend Pangsa Pasar 6 Market Leader di Industri Kecap

  Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player)   ini dirilis minggu ketiga Juni 2022 menampilkan riset independen, kajian data spesifik, dan data komprehensif terkait market demand kecap per segmen di Indonesia periode 2017-2025 serta pangsa pasar 6 market leader. Riset data ini berisi 43 halaman pdf berukuran 3,73 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas. Riset data ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019-2022 yakni pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2021 serta perang Rusia-Ukraina pada 2022. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudi...

Strategi Harga Jual, Mengejar Laju Inflasi atau Efisiensi

  Duniaindustri.com (Juni 2022) – Seakan baru lepas dari mulut harimau kemudian masuk ke mulut buaya, kiasan itu relevan dengan kondisi iklim bisnis di penghujung semester I 2022. Baru lepas dari cengkraman Covid-19 yang sempat membuat penguncian wilayah secara ketat, kini pelaku industri dihadapkan pada tantangan baru yang tidak kalah menakutkan. Turbulensi harga energi dan pangan yang memicu lonjakan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat bisa mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia. Seperti diketahui, lonjakan inflasi mulai menghantui sejumlah negara seperti AS, Turki, dan tidak ketinggalan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi tahunan pada April 2022 dibandingkan April 2022 sebesar 3,47 persen. Inflasi tersebut merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2019, sebelum era pandemi Covid-19. Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan energi menimbulkan inflasi tinggi di s...

Semester II 2022, Apa Saja Tantangan Pelaku Industri?

  Duniaindustri.com (Juni 2022)   -- Baru lepas dari cengkraman Covid-19 yang sempat membuat penguncian wilayah secara ketat, kini pelaku industri dihadapkan pada tantangan baru yang tidak kalah menakutkan. Turbulensi harga energi dan pangan yang memicu lonjakan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat bisa mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia. Seperti diketahui, harga batubara dan minyak mentah terus meninggi di tengah turbulensi harga energi dan pangan. Kenaikan harga batubara tercermin dari lonjakan Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan Kementerian ESDM untuk bulan Juni 2022 sebesar US$ 323,91 per ton, atau naik 17% dari US$ 275,64 per ton pada Mei lalu. Sementara harga minyak mentah Brent berjangka, patokan internasional, melonjak menjadi US$ 121,52 per barel seiring keputusan Arab Saudi yang menaikkan harga jual resmi (OSP) Arab light oil andalannya untuk Asia menjadi premi US$ 6,50 versus rata-rata benchmark Oman dan Dubai, meningka...

Market Trend Terbaru, Bisnis Startup Dilanda Kekeringan Pendanaan Baru

     Duniaindustri.com (Mei 2022)  – Sedikitnya tujuh startup skala besar terpaksa melakukan efisiensi hingga berujung pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga awal Juni 2022. Tim Duniaindustri.com menilai lonjakan inflasi serta pemulihan pandemi yang membuka penguncian ikut mempengaruhi bisnis startup hingga terguncang cukup hebat. Lonjakan inflasi memicu kenaikan cost of fund di tingkat investor (penyandang dana), memaksa pemilik modal mengevaluasi kembali target sektoral mengingat sejumlah sektor yang telah dibuka pasca pandemi bisa menjanjikan prospek pertumbuhan tinggi. Bisnis startup yang semula meraup pertumbuhan tinggi karena karakteristik yang fully digital dan menjadi solusi di era penguncian Covid-19, kini berubah drastis. Tim Duniaindustri.com menilai para investor cenderung mengadopsi strategi diversifikasi modal ke sektor yang tertinggal akibat Covid-19, seperti pariwisata dan pendidikan, di saat jalur pemulihan terlihat jelas. Konsekuensinya arus modal ke...