Langsung ke konten utama

Postingan

Perubahan Tren Konsumen Semen di Indonesia

Duniaindustri.com (Mei 2018) – Industri semen pada kuartal I 2018 mengalami perubahan yang makin dinamis. Seiring kondisi oversupply , harga semen yang terbentuk di pasar juga mengalami perubahan yang cukup cepat. Terutama di luar Jawa, harga semen ternyata lebih sensitif turun didorong kehadiran pendatang baru. Konsumen semen di luar Jawa juga cenderung tidak loyal terhadap brand tertentu. Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) Gerhard W. Schutz, belum lama ini. Dia menambahkan, meskipun pangsa pasar masih didominasi oleh tiga pemain besar, salah satunya Holcim, pendatang baru telah merebut pangsa pasar yang cukup besar karena kapasitas mereka mayoritas telah selesai pada 2014 –2015. "Kehadiran pendatang baru juga mendorong harga turun, terutama di daerah di luar Jawa, di mana pelanggan lebih sensitif terhadap harga dan kesetiaan kepada merek cenderung rendah," tutur Gerhard. Pertumbuhan penjualan semen diperkirakan pulih seca...

Teror Bom Bunuh Diri Lemahkan Posisi Rupiah terhadap Dolar

Duniaindustri.com (Mei 2018) – Rangkaian aksi teror dan bom bunuh diri yang mengguncang Indonesia dalam kurun waktu 4 hari terakhir menjadi sentimen negatif bagi rupiah . Kurs mata uang garuda itu menyentuh level tertinggi Rp 14.105/US$ pada Rabu (16/5/2018), mengutip data perdagangan Reuters . Dari eksternal, dolar AS yang sebelumnya melemah akibat rilis data-data ekonomi AS yang kurang bagus pada pekan lalu, mendapat momentum penguatan kembali dari kenaikan yield treasury AS. Sementara dari internal, neraca perdagangan Indonesia yang tercatat defisit menambah beban bagi rupiah. Ekspor Indonesia tercatat mengalami peningkatan sebesar 9,01% (year on year) di bulan April, sementara impor melonjak 34,68% yang berdampak pada defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,62 miliar. Seiring dengan pelemahan rupiah, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menurun. Pada awal perdagangan saham Rabu (16/5), IHSG dibuka anjlok 58,30 poin atau satu persen ke posisi 5.779,80...

Proyeksi Pasar dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi

Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)  ini dirilis minggu kedua April 2018, menampilkan  data komprehensif, riset pasar, tren pasar, market analysis per provinsi potensial, serta peta strategi persaingan merk sepeda motor  di Indonesia. Riset pasar ini dibuat sebagai acuan (benchmark) strategi pemasaran bagi industriawan yang terkait dengan sepeda motor dan komponennya, terutama untuk mengukur tren potensi pasar berdasarkan rekam jejak yang panjang. Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)  ini dimulai dengan menampilkan highlight dan outlook perekonomian Indonesia. Pada 2016 dan 2017, perekonomian Indonesia mampu bertumbuh positif di tengah tantangan perlambatan ekonomi global (halaman 2 dan 3). Proyeksi ekonomi dan perdagangan global pada 2018 diringkas dalam infografis yang menarik pada halaman 4. Pada halaman 5 sampai 7, diulas proyeksi pertumbuhan ...

Penjualan Dua Market Leader Consumer Goods Melemah Tipis di Kuartal I 2018

Pasar barang-barang konsumsi harian (fast moving consumer goods/FMCG) di kuartal I 2018 dinilai makin menantang, seiring tekanan kondisi makroekonomi seperti depresiasi kurs rupiah yang menembus Rp 14.052/US$. Hal itu mempengaruhi kinerja penjualan para produsen FMCG di tiga bulan awal 2018. Dua perusahaan raksasa FMCG yakni PT lndofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja penjualan yang melemah tipis rata-rata 1% pada kuartal I 2018 secara tahunan. Hal itu diketahui dari laporan keuangan masing-masing perusahaan di tiga bulan awal 2018. Penjualan neto konsolidasi Indofood turun 1,1% menjadi Rp17,63 triliun di kuartal I 2018 dari Rp17,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kelompok Usaha Strategis Produk  Konsumen  Bermerek,  Bogasari, Agribisnis, dan Distribusi masing-masing  memberikan kontribusi sekitar 54%, 22%, 15% dan 9% terhadap penjualan neto konsolidasi Indofood. Laba usaha relat...

Xpander dan Wuling Dobrak Pasar, Dominasi Toyota Terpatahkan

Duniaindustri.com  (Mei 2018) –  Penjualan mobil di Indonesia  pada Maret 2018 tercatat tumbuh 7,8% menjadi 101.666 unit dibanding Februari 2018 sebanyak 94.271 unit. Seiring kenaikan pasar tersebut,  peta persaingan kendaraan roda empat  makin memanas. Berdasarkan  data  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil mulai menunjukkan peningkatan, menjadi 101.666 unit pada Maret 2018, lebih tinggi sekitar 7,8% persen dari 94.271 unit pada bulan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, ada lima  mobil yang paling laku  dibeli masyarakat di Tanah Air. Kendaraan jenis Low Multi Purpose Vehicle dan Low Cost Green Car masih menguasai pasar mobil nasional. Dalam deretan  lima mobil terlaris , posisi pertama diduduki Mitsubishi Xpander, mengungguli mobil sejuta umat Toyota Avanza. Dengan demikian, Mitsubishi telah menggulingkan dominasi Avanza sebagai mobil terlaris di Indonesia. Penjualan Mitsubishi Xpa...

Industri Manufaktur Terbebani Pelemahan Rupiah hingga 14.052/US$

Duniaindustri.com (Mei 2018) – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melanjutkan pelemahan di pasar spot pada Rabu (9/5/2018) siang ke level Rp 14.045/US$, setelah sehari sebelumnya menembus level Rp14.052/US$. Akumulasi faktor eksternal terutama di Amerika Serikat serta tingkat impor domestik yang cenderung tinggi diduga menjadi pemicu pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Data Yahoo Finance mencatat, rupiah pada Selasa petang ini terdepresiasi 53 poin atau 0,38% ke Rp14.048/US$, dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp13.995/US$. Melansir dari Reuters, dolar AS mendekati level tertinggi empat bulan pada hari ini, berkat hasil treasury yang lebih tinggi dan prospek ekonomi AS yang optimis. Kenaikan hasil treasury AS dan data ekonomi yang solid, telah mendorong dolar terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Ditambah data tenaga kerja AS mendukung ekspektasi agar The Fed kembali menaikkan suku bunga. Penguatan dolar AS membuat rupiah m...

Mengukur Kinerja Laba Industri Semen di Kuartal I 2018

Laba perusahaan semen di Indonesia pada kuartal I 2018 belum menggembirakan, lantaran tertekan lonjakan harga batubara. Hal itu tercermin dari kinerja laba market leader industri semen, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), yang mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 44,8% di kuartal I 2018 menjadi Rp412 miliar dari periode sama tahun lalu sebesar Rp747 miliar. Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, mengatakan pendapatan perseroan sepanjang kuartal pertama tahun ini naik menjadi Rp6,6 triliun dibandingkan kuartal I tahun lalu sebesar Rp6,3 triliun. Namun, beban perseroan meningkat lebih besar, yakni 10% menjadi Rp4,9 triliun dari sebelumnya sebesar Rp4,5 triliun. “ Cost of revenue naik karena adanya kenaikan harga batubara. Dulu di kuartal I 2017 harganya rendah, sekarang kenaikannya sekitar 20%,” tuturnya, beberapa waktu lalu. Selain beban pendapatan, meningkatnya beban keuangan Semen Indonesia sepanjang kuartal I-2018 menekan margin laba perseroan...